Rabu, 06 Februari 2013

TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMA BUDAYA


BAB 9
SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI SOSIAL TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA

1.    Sikap Toleransi dan empati terhadap keberagaman budaya
Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan prang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural.  Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang beraitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional.
Semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit telah terpelihara cukup baik. Oleh karena itu, sikap toleransi tidak boleh pudar hanya karena perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, agama, adat istiadat atau golongan politik. Sebab bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika, kita tidak layak bersikap sukuisme, realism, chauvisme, primadialisme, atau anarkisme dalam kehidupan masyarakat. Sebab sikap dan perilaku seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya dan jati diri bangsa Indonesia yang bersifat kekluargaan, ramah tamah, tolong menolong dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan diri sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian utuh dari bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh sikap demokratis, toleransi, empati, solidaritas, tolong menolong, dan kekeluargaan. Dengan demikian, kita akan dapat memlihara dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya nasional.
Sebagai makhluk Individu, manusia memiliki hak dan kewajiban asasi untuk mengembangkan kehidupannya secara mandiri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun, manusia tidak dapat hidup secara sendiri-sendiri, melainkan memerlukan bantuan manusia lainnya. Keberadaan manusia hanya bermakna bila mampu hidup secara kolektif dalam persekutuan dengan individu-individu lain dimasyarakat.
Adapun cara untuk menerima dan menghargai orang lain atau suku bangsa lain yang berbeda latar belakang budaya dapat dilakukan sebagai berikut:
a.    Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai dari bangsa Indonesia.
b.    Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
c.    Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam hal-hal tertentu.
d.    Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki persamaan kedudikan, harkat, martabat, dan derajat, serta hak dan kewajiban asasi.
e.    Kita perlu menerima dan menghargai oranglain/suku bangsa lain sebagai pemilihan dan penghuni tanah air Indonesia ciptaan Tuhan Yang Maha Rsa
f.     Kita perlu menerima dan menghargai orang lain/suku bangsa lain sebagai manusia yang memiliki latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda dalam ras, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, profesi, golongan politik dan sebagainya.


2.    Sikap positif dan krisis terhadap keberagaman budaya

Selain dapat menimbulkan dampak negative berupa goncangan budaya dan ketimpangan buadaya, globalisasi berdampak positif, yaitu memperkaya khasanah budaya nasional Indonesia. Cukup banyak nilai-nilai budaya global yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan dari masyarakat Negara maju kepada masyarakat Indonesia pada era global dewasa ini tentu saja menguntungkan bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Demikian pula masuknnya paham-paham baru dibidang politik, ekonomi, dan seni budaya, sepe rti paham demokrasi, prinsip efesiensi dan produktivitas dalam bidang industry atau ekonomi dan system persenjataan militer, semua itu bermanfaat dalam emajukan kehidupan masyarakat Indonesia.
 Demikian pula dengan sikap dan perilaku disiplin, keterbukaan, tertib dijalan raya, rapi dalam berbusana, mandiri dalam kehidupan, sikap menghargai waktu, sikap positif dalam olah raga, dan sejenisnya, semua itu diadopsi dari nilai-nilai budaya luar, terutama dari masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sikap dan perilaku hidup tertib dan disiplin tadi tertentu sja sangat berguna untuk membina moral dan mentalitas masyarakat Indonesia, yang cenderung bersikap santai dan malas. Selain itu, masuknya benda-benda budaya fisik, seperti barang-barang beteknologi canggih (televise, antenna parabola, telepon genggam, internet, faksimil, mobil mewah, dan barang-barang mewah lainnya), semuanya sangat berguna bagi masyarakat Indonesia unutk ditiru dan dikembangkan dalam kehidupannya.
Sekalipun banyak manfaat yang diperoleh dari masuknya nilai-nilai budaya global, tetap kita tetap peru waspada agar eksistensi jati diri bangsa Indonesia tetap terjaga. Sebagai masyarakat religious, tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya budaya secular dan materialis. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi semangat kekeluargaan, gotongroyong dan ramah tamah tentu saja kita tidak menghendaki berkembangnya buadaya anarkis dan indiviualis. Oleh karena itu, kita harus tetap memelihara eksistensi jati diri bangsa Indonesia.
Derasnya pengaruh nilai-nilai budaya global, sejalan dengan proses modernisasi masyarakat, tentu saja menimbulkan masalah-masalah sosial. Adapun masalah sosial yang timbul sebagai dampak negative globalisasidan modernsiasi yaitu sebagai berikut:
a.    Semakin meningatnya arus urbanisasi dari desa ke kota, sehingga timbul kerawanan sosial berupa pengangguran, permukiman kumuh, kriminalitas, mobilitas gelandangan dan perminta-minta
b.    Terjadinya perubahan struktur sosial, dari masyarakat pertanian tradisional menjadi masyarakat industry modern yang cenderung bersifat feudal, kapitalis, secular, dan materialistis.
c.    Semakin memudahkan masuknya unsur-unsur  budaya luar yang negative, sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, seperti berkembangnya budaya alkoholisme, penyimpangan seksual, sikap hidup kebarat-baratan, penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya.
d.    Semakin tajamnya kesenjangan sosial antara golongan orang kaya dengan orang miskin, sehingga timbul kecemburuan sosial, menajamnya konflik rasial, memudarnya nilai-nilai budaya asli dan sebagainya.
a.    Gagasan yang perlu dikembangkan
Sebagai warga negara yang baik kita wajib menjaga eksistensi jati diri bangsa. Jati diri bangsa Indonesia yang dikenal religius,ramah tamah,dan kekeluargaan jangan sampai memudar karena pengaruh-pengaruh global yang bersifat sekular,anarkis,individualitis,dan materialitis. oleh karena itu,kita perlu berupaya mengatasi memudarnya jati diri bangsa.
Berikut ini gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa akibat pengaruh globalisasi .
1)    Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional perlu meningkatkan program pendidikan bela negara.Program ini dalam pelaksanaannya dapat diintegrasikan ke dalam materi pelajaran,seperti kedalam mata pelajaran Bahasa Indonesia,Ilmu pengetahuan sosial,Kewarganegaraan, ataupun Sosiologi .
2)    Pemerintah melalui Departemen Pariwisata dan Kebudayaan memprogramkan upaya-upaya pemeliharaan dan pengembangan seni budaya daerah,antara lain melalui seminar,lomba karya tulis,pagelaran seni budaya,ataupun pameran kebudayaan.
3)    Masyarakat melalui tokoh-tokohnya perlu brupaya melakukan pembinaan terhadap seni daerah masing-masing.
4)    Dilingkungan sekolah,para guru perlu memprogramkan upaya pembinaan mentalitas generasi muda/para pelajar tentang pentingnya memelihara eksistensi jati diri bangsa.
5)    Para pemuda hendaknya proaktif dalam memprogamkan upaya pembinaan terhadap generasi muda tentangpentingnya memelihara jati diri bangsa.
6)    Setiap warga negara perlu menyadari akan pentingnya menjaga eksistensi jati diri bangsanya dengan selalu bersikap selektifdalam menerima pengaruh nilai-nilai global.

b.    Sikap kritis yang perlu di kembangkan
Sikap kritis apa saja yang perlu dikembangkan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa? Anda mungkin pernah bahkan sering mendengar istilah kritis Misalnya kita harus bersikap  kritis dalam menghadapi kehidupan ini. Kritis berarti sikap yang tidak mudah menerima begitu saja sesuatu yang dikatakan oleh orang lain. Sikap kritisberarti perilaku yang selalu didasari oleh akal sehat. Pendapat atau tanggapan yang muncul dari orang yang kritis disebut kritik. Orang yang pekerjaannya mengkritik sesuatu hal atau pendapat pihak lain disebut kritikus.
Orang yang kritis tidak akan menerima begitu saja pengaruh perubahan sosial yang terjadi.Setiap perubahan yang terjadi akan selalu dipikirkannya . Apakah perubahan itu menguntungkan atau merugikan masyarakat ?Hal ini bukan berarti orang yang kritis menutup diri terhadap perubahan. Namun ia berusaha menganalisis perubahan apa saja yang mendatangkan manfaat bagi diri dan masyarakatnya.Apabila perubahan itu memberikan pengaruh negatif terhadap diri dan masyarakatnya maka ia segera menolak dengan tegas.Sebagai contoh,anting merupakan perhiasan yang lazim dipakai oleh seorang wanita.Namun akibat pengaruh budaya global,Banyak remaja pria yang memakai anting di telinga dan hidungnya.Remaja yang kritis tentu saja akan menilai perubahan perilaku tersebut.Apakah memakai anting itu berpengaruh terhadap penampilannya atau tidak. Setelah mengamati bahwa memakai anting-anting hanya memberi kesan seram dan premanisme tanpa ada pengaruh positif,maka ia akan mengutuskan untuk tidak mengikuti perubahan gaya penampilan tersebut .
Dalam lingkup yang lebih besar sikap kritis dapat ditunjukkan dengan cara memberi opini atau kritik terhadap kebijakan pemerintah atau tokoh masyarakat yang berkuasa .Misalnya,pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 100%.Hal itu berarti akan berpengaruh terhadap kenaikkan barang kebutuhan pokok shari-hari. Anggota masyarakat yang kritis tentu saja akan menolak atau meminta penjelasan terhadap pemerintah,mengapa harga BBM dinaikkan sebesar itu ?
Kemampuan untuk bersikap kritis akan menghindarkan seseorang atau kelompok masyarakat dari pengaruh buruk perubahan sosial budaya yang terjadi .Sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku yang mandiri dan intelek pada seseorang. Dengan,demikian ia tidak akan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
1)    Sikap kritis dalam mengatasi mundurnya jati diri bangsa dapat dilakukan sebagai berikut.
1)    Menyadari secara kritis bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika.
2)    Menyadari secara kritis bahwa kehidupan masyarakat Indonesia sangat beranekaragam dalam suku bangsa dan budaya.
3)    Menyadari bahwa kebudayaan itu cenderung berubah dan bertahan sejalan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
4)    Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap pengaruh masuknya unsur-unsur budaya global.
5)    Bersikap kritis,rasional,dan selektif terhadap permasalahan yang timbul akibat perubahan sosial.
6)    Ikut secara aktif dan kreatif dalam mengatasi persoalan sosial yang timbul akibat pengaruh perubahan sosial.





c.     positif yang perlu dikembangkanterbuka
1)    Sikap terbuka
Sebagai bangsa yang kritis,kita harus bersikap terbuka,terhadap perubahan yang terjadi.Sebab,tidak semua pengaruh budaya global bersifat negatif tetapi banyak pula positifnya .Pengaruh perubahan positif kita dukung ,tetapi pengaruh negatifnya kita hindari .Oleh karena itu kita jangan bersikap apriori atau menaruh prasangka buruk terhadap hal-hal yang baru .Sikap terbuka ini diperlukan karena masuknya pengaruh budaya global sudah tidak dapat dihindari lagi.
1)    Sikap antisipatif
Perilaku kritis lainnya yang perlu kita kembangkan ialah sikap antisipasif.Artinya, kita harus selalu tanggap dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Kita harus mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya,pengaruh gelombang budaya global yang demikian besar,cepat,dan terus-menerus harus diantisipasi dampak positif dan negatifnya. Sifat antisipasi dapat dimulai dengan mengamati dan meneliti pengaruh perubahan yang terjadi. Hasil pengkajian ini kemudian di jadikan sebagai acuan atau pedoman dalam menentukan acuan atau pedoman.
2)    Sikap selektif
Sikap kritis lainnya yaitukita harus bersikap selektif dalam menerima pengaruh perubahan sosial. Sikap selektif in maksudnya memilih mana pengaruh yang baik danmana yang tidak baik. Untuk di tiru.Proses seleksi artinya memilih pengaruh perubahan manakah yang paling meberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pengaruh positif yang memberikan manfaat diambil,Sedangkan pengaruh negatif yang tidak memberikan manfaat dibuang jauh-jauh. Sebagai contoh, gaya berbusana yang rapih dan etos kerja yang tinggi dan trampil yang ditampilkan oleh asyarakat barat,perlu ditiru. Sebaliknya,kebiasaan mabuk atau minuman keras atau budaya seks bebasyang berasal daribudaya global jangan ditiru karena bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia.
3)    Sikap adaptif
Sikap kritis lainnya dalam menghadapi perubahan sosial ialah bersikap adaptif. Sikap adaptif artinya sifat yang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Proses seleksi memberikan keputusan apakah seseorang menerima atau menolak suatu pengaruh perubahan sosial. Apabila seseorang telah memutuskan untuk menerima pengaruh positif maka ia harus bersikap adaptif terhadap hal-hal baru tersebut, Misalnya ketika kita menerima masuknya teknologi komputer karena banyak manfaatnya maka kita harus berusaha mempelajari dan menguasai teknologi dan komunikasi tersebut secara baik.
d. sikap negatif yang perlu dihindari
1) sikap tertutup dan curiga
            Sikap tertutup dan curiga pada masryarakat tradisional sering kali menghambat perubahan sosial  . pada era global sekarang ini, sikap yang demikian harus sudah ditinggalkan . sebab sekarang ini proses perubahan tidak dapat dihindari lagi . apabila kita selalu bersikap tertututp dan curiga ,maka proses pembaharuan masyarakat tidak akan berjalan dengan lancar . pada masyarakat tertutup perubahan sosial dianggap sebagai sesuatu yang merusak integritas kebudayaannya . sebagian masyarakat masih menganggap bahwa unsur – unsur budaya global selalu negatif .oleh karena itu masyarakat akan menentang setiap usaha – usaha pembaharuan . sikap tertutup dan curiga merupakan salah satu ciri masyarakat pedesaan yang tradisional . apabila pembaharuan dipaksakan , maka akan terjadi pertentanga sosial .
2) sikap apatis
            Perilaku negatif lainnya yang harus didhindari dalam menghadapi perubahan sosial ialah sikap apatis . sikap apatis artinya sikap yang acuh tak acuh terhadap persoalan yang terjadi di dalam masyarakat yang kecewa . sebagai cintoh kelompok masyarakat yang kecewa terhadap pemerintah yang  berkuasa akan melakukan aksi tertutup mata tertutup terhadap seluruh kebijakan pemerintah . segala perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan bermakna apa- apa dimata mereka.oleh karena itu , mereka tidak menentukan sikap apa –apa (menerima atau menolak ) terhadap pengaruh perubahan yang terjadi .pada masyarakat seperti itu ,proses perubahan sosial akan terhambat .
3) sikap tidak selektif
            Sikap tidak selektif adalah sikap tidak mampu memilah –milah dampak pengaruh perubahan sosial . pada orang – orang yang tidak bersikap selektif pengaruh apapun akan diterimanya tanpa diseleksi terlebih dahulu . sebagai akibatnya, mereka mudah sekali terbawa arus perubahan yang bersifat negatif . dalam berteman pun , kita harus selektif agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas . para remaja umumnya bersikap tidak selektif dallam menerima pengaruh budaya global .
4) tidak mempunyai inisiatif
            Tidak mempunyai inisiatif berati tidak memiliki ide , gagasan atau prakarsa untuk berbuat sesuatu . segala sesuatunya ditentukan oleh orang lain . dalam menghadapi pengaruh perubahan sosial , orang yang tidak memiliki inisuati akan mudah diombang – ambing oleh pengaruh perubahan . misalnya perubahan gaya rambut dari waktu ke waktu selalu diikutu walaupun beldak memiliki ini  tentu cocock untuk dirinya . sikap tidak inisiatif akan merugikan diri sendiri dan masyarakat nya . pada era global sekarang ini , sangat dibutuhkanorang – orang yang memiliki sikap ,kreatif dan inisiatif .
B . MENJAGA DAN MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL
            Bagaimanakah sikap kita terhadap budaya lokal ? budaya lokal memiliki peran dan kedudukan oenting karena merupakan unsun- unsur pembentuk budaya nasional . karena itu kita perlu menjaga dan melestarikan budaya lokal agat tidak punah .
1.    Pentingnua menjaga dan memelihara budaya lokal
Sebelum melakukan tindakan pemeliharaan budaya lokal , yang utama ialah adanya kemauan untuk memlihara budaya lokal itu sendiri . adanya kemauan yang keras akan memberi semangat untuk mencari cara . pemeliharaan budaya lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara , seperti melalui kongres bahasa daerah dan pergelaran seni budaya daerah . dengan mengambil analoogi pada kongres bahasa bali dan kongres bahasa jawa bahwa penyelamatan ,pemeliharaan dan penghormatan bahasa – bahas adaerah , terlebih dahulu pemilik dan penutur asli bahasa daerah itu sendiri perlu dibuar sadar bahwa bahasa daerah itu berfungsi sebagai :
a.    Lambang kebanggan daerah dan masyarakat penuturnya
b.    Lambang identitas daerah dan masyarakat penuturnya
c.    Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat
d.    Sarana pendukung budaya daerah dan budaya nasional

Apabila pamilik dan penuturnya asli bahasa daerah menyadari bahwa begitu besar dan pentingnya fungsi bahasa daerah , perlu diupayakan peningkatan mutu pemakaian bahasa daerah , mancakup nupaya menungkatkan sikap , pengetahuan , dan keterampilan berbahasa daerah melalui jalur formal pendidikan dan pengajaran dusekolah dan jalur informal dengan memfungsikan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat sehari- hari . pembinaan sastra juga perlu di dahului dengan penanaman kesadaran kepada seluruh seluruh rakyat indonesia dan pemilik sastra daerah bahwa sastra daerah merupaka bukti suatu historis masyarakat daerah . sastra daerah sebagai salah satu bagian dari sastra indonesia berkedududkan sebagai wahana ekspresi budaya indonesia , yang didalamnya terekam pengalaman etika , estetika , moral , agama , dan sosial masyarakat daerah . dalam kedudukan sebagai wahana ekspresi budaya , sastra daerah memiliki fungsi sebagai perekam kebudayaan daerah dan pamaliharaan , pemupuk , dan penumbuh solidarits daerah.
Apabila kesadaran terhada pentingnya sastra daerah timbul maka , pembinaan yang perlu dilakukan ialah peningkatan mutu apresiasi sastra daerah . upaya peningkatan ini dapat dilakukan melalui pendidikan , pengajaran , pemesyarakatan dan pemberdayaan sastra daerah , yaitu :
a.    mengadakan pendididikan dan pengajaran bahasa dan sastra daerah tersendiri sebagai mata pelajaran dalam kurikulum bukan merupakan bagian kecil dari pendidikan dan pengajaran bahasa daerah .
b.    mangadakan guru – guru bahasa dan satra daerah yang bermutu
c.    atmosfer yang kondusif untuk mendukung penciptaan karya sastra yang bermutu
d.    memanfaatkan tokoh – tokoh sastra daerah yang masih kreatif dan produktif
e.    memberikan penghargaan yang wajar kepada sastrwan daerah dan mengadakan penerjemahan karya sastra daerah yang memiliki nilai universal

dengan demikian ,penegmbangan bahasa dan sastra daerah merupaka upaya untuk maningkatkan mutu sastra daerah yang di dalamnya meliputi di alek dan tradisi lisan agarsastra daerah itu dapat dimanfaatkan sebagai media ekspresi pencarian dan pencerminan jati diri dalam membangun masyarkat daerah yang merupakan bagian dari masyarakat indonesia . kegiatan pengembangan meliiputi pengembangan penelitian dan penulisan .
2.    manfaat menjaga dan melestarikan budaya lokal
pemahaman identitas jati diri suatu bangsa dapat dilakukan secara mendalam berdasarkan perspektif bangsa itu sendiri . demikian pula halnya dengan pemahaman budaya lokal . pemahaman budaya lokal dapat dicapai kedalamannya apabila kit mampu melihatnya dari perspektif budaya likal itu sendiri. Dengan  mengingatkan definisi budaya sebagai pola keyakinannya ,sikap , dan perilaku  yang dipelajari oleh suatu bangsa kemudian diwariskan kepada generasi berikutnnya , maka keyakinan ,sikap dan perilaku  seuatu etinis hendaknya dinyatakan dalam bahsa dan sastra daerah serta dipergunakan dalam interaksi antar anggota etnis itu sendiri
banyak ungkapan yang mencerminkan keyakinan, sikap ,san perilaku suku –sukubudaya kita yang tidak dapat dinyattakan dalam bahasa indonesia tau bahasa asing . selain itu ,hasil pengalaman hidup dan pemikirann yang sudah berlangsung ber abad – abad , misalnya dalm hal seni dan budaya.



UJI KOMPETENSI
I.PILIHAN GANDA
Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e !
1.    keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan indonesia tercermin dalam semboyan . . .
a.    tut wuri handayani
b.    bhinneka tunggal ika
c.    kebudayaan nasional bangsa indonesia
d.    dasar negara bangsa indonesia
2.    berikut iini nilai-nilai luhur budaya yang berfungsi mempersatukan masyarakat dan bangsa indonesia,kecuali . . .
a.    primordialisme
b.    gotong royong
c.    kekeluargaan
d.    tolong menolong
e.    toleransi
3.    sikap yang tidak mudah menerima begiitu saja sesuatu yang dikemukakan oleh orang lain,disebut . . .
a.    kritis
b.    selekktif
c.    apatis
d.    adaptif
e.    antisipatif
4.    sikap kritis akan mendorong terbentuknya perilaku . . .
a.    mandiri dan intelek
b.    masa bodoh (acuh tak acuh)
c.    Cermat dalam mengatasi situasi
d.    Tertutup dan kaku
e.    Berfikir Rasional
5.    sikap terbuka terhadap perubahan sosial ditunjukan oleh sikap . . .
a.    Menerima pengaruh global yang positif
b.    Menolak pengaruh global yang negatif
c.    Memilih pengaruh global yang positif
d.    Rasional, Selektif, dan adaptif
e.    Jangan mudah terpengaruh
6.    sikap rasional dalam menghadapi pengaruh yang baik,disebut . . .
a.    Kritis
b.    Selektif
c.    Antisipatif
d.    Adaptif
e.    Apatis
7.    contoh sikap selektif dalam menghadapi perubahan sosial ialah . . .
a.    Menerima saja pengaruh budaya global
b.    Meniru gaya berbusana yang rapih
c.    Mengkaji budaya global yang masuk
d.    Mengganti mesin tik dengan komputer
e.    Membanggakan kemajuan  bangsa lain
8.    mengganti mesin dengan komputer adalah contoh sikap . . .
a. Kritis
b. Selektif
c. Antisipatif
d. Adaptatif
e. Rasional
9.    berikut ini ikap negatif dalam menghadapi perubahan sosial,kecuali . . .
a.    Tertutup
b.    Curiga
c.    Apatis
d.    Adaptatif
e.    Fanatik
10.  penolakan masyarakat baduy terhadap moderenisasi merupakan contoh sikap . . .
a.    Tertutup
b.    Curiga
c.    Apatis
d.    Adaptatif
e.    Selektif

II. URAIAN
Jawablah peranyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan benar !
1.    Tunjukan dengan contoh sikap toleransi masyarakat terhadap keberagaman budaya !
2.    Tunjukan dengan sikap empati pemerintah terhadap keberagaman budaya !
3.    Apakah yang dimaksud sikap kritis dalam menghadapi keberagaman budaya !
4.    Mengapa kita harus bersikap kritis terhadap keberagaman budaya?
5.    Apa manfaat sikap kritis terhadap keberagaman budaya !
6.    Sebutkan contoh sikap positif terhadap keberagaman budaya !
7.    Jelaskan cara menjaga dan memelihara budaya lokal !
8.    Jelaskan manfaat pembinaan budaya lokal !
9.    Tunjukan peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal !
10. Tunjukan perann pemerintah dalam membina dan memelihara budaya lokal !

2 komentar:

  1. jawaban nya nomer 6 donk :D
    atau sekalian semua nya aja :D

    BalasHapus
  2. gua mohon jawaban nomor 2 esai please

    BalasHapus